KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

PERTAMA Kaedah kajian adalah : Peluasan Epistemologi Pemikiran (Tajdid) dan Analisis Sosiohistoris (sejarah kemasyarakatan) dalam meneliti terjemahan Al-Quran Secara Kritis serta Analitis; satu Tugasan Ilmiah bagi Memahami Kelompok Ayat Yang Jelas (Muhkam) dan Yang Samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki.

20121005

B04 Hakikat Harap


Hakikat harap; Dari imam al ghazali [ihya ulumuddin]

Sabda rasul;:orang yang bodoh itu ialah orang yang menurutkan kemahuan nafsunya, kemudian ia bercita-cita agar allah memasukkannya kedalam syurga.”

Maksud darimaryam:59;”kemudian mereka digantikan dengan suatu generasi baru yang mengsia-siakan sembahyang dan menurut hawanafsu. Mereka itu akan menemui kesesatan.:

Maksud dari al aaraf:169;”kemudian mereka digantikan dengan suatu generasi baru yang mempersakai kitab, tetapi mereka hanya mengambil hartabenda dunia. Mereka berkata: kami nanti akan diampuni allah.”

Maksud dari al kahf:35-36;”aku menyangka kebun ini tidak akan binasa samasekali. Dan aku tidak menjangka bahwa kiamat itu akan tiba, dan kiranya aku dikembalikan kepada tuhanku, niscaya aku akan mendapat tempat kembali yang  lebih baik.”

Maksud dari al baqarah:216;”sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dijalan allah, mereka itulah yang patut mengharapkan rahmat allah.”

No comments: