PERINGATAN

Pada setiap negeri dijadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Perbaikilah diri, keluarga, masyarakat dan pembesar kamu adalah kunci utama untuk Allah SWT memperbaiki negeri kamu.
Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

20190330

Aku Bangun Dalam Sakitku

Redha

Kelmarin hatiku terusik
terluka
melihat dirimu
bisu
dalam kelukaan
terlantar sepi
merangkul kamu dalam
kesakitan

senja ini aku tersenyum
biarpun masih terluka
hatiku meronta
membelai resahku
merawat luka
mimpi kelmarin
kerana ada sesuatu
menyapaku menguat kembali
semangat pudarku

terima kasih
senyummu
matamu
bibirmu
seraut wajahmu

membuat aku bangun
dalam sakitku....

Penaluka Kersani is feeling motivated at Dalam Hatiku.

20190228

Menjejak Denai Senyummu

Alam
aku tak pernah lupakan senyummu dulu
berpuluh tahun lampau
dari anak kecil yang selalu memegang jemari arwah nenek
merisik denai
hingga kini masih bermimpi
manisnya senyummu

Alam
dan hari ini aku kemari
cuba menjejak denai
bauan rimba
yang sudah lama tidak kulawati
cuba melihat lagi senyummu
usahlah berduka
aku tidak pernah lupa
asal usulku
cuma masa menjeratku

Alam
dan hari ini aku datang lagi
datang bersama senyuman dia

senyuman dia
yang menguatkan kembali
langkah-langkahku
menguatkan jiwaku
yang satu tika longlai
seolah aku telah hilang dia

Alam
kubawa senyuman dia
melekat dijiwaku
penguat semangatku
untuk datang bertamu
denganmu

senyumanmu
senyuman dia
pengikat kukuh
jiwaku disini.....

16 September 18
Puncak Bukit Buluh
Red Forest

Penaluka Kersani is at Red Forest.

20190201

Celaru Menghilang Awan

lesu

Akhir ini
aku seakan lesu
tak berdaya
fikiranku celaru
berterbangan menghilang
celahan awan
aku seperti hilang
hilang sesuatu
yang telah
membuat jiwa ini rapuh
seperti debu

bau-bauan wangi
dari tubuhmu
lama tak kujejak
wajah manismu
ramah suaramu
manja sambutanmu
aku rindu

walau keringat
betaburan membasah jiwa
kau buat diriku
tidak pernah lesu
semangatmu membawaku
memacumu dengan cintamu
menguatkan tiap urat sendiku
membuat aku tidak pernah
gagal
dalam impianku
walau ada tika
aku tangis dalam diam

sungguh akhir ini
aku rindu
aku lesu
kau yang selalu
bersamaku....

Penaluka Kersani is feeling tired at Gunung Senyum.

20190130

Kersani Kasar Ditepian Tanah Gila

Berkelanalah seorang diri
dipanah terik mentari
merawat memujuk hati sendiri
melihat yang hitam
jelas keputihan
yang putih itu
sering ditanda kehitaman

mengapa aku sering
ditanda oleh badai
lantas hatiku telus
tidak pandai menari
sembunyi tangan
yang lain bertepuk
ambil kesempatan
dalam diam menikam belakang
berbisik girang
konon dunia dalam
genggaman

aku diam tak bererti aku alah
buta dalam permainan
walau langkah longlai
kayuh kayuh tetap aku kayuh
tepuklah tangan
tepuk
tepuk
kersani ini memang kasar
kersani ini bersepah ditepian
kersani ini bertaburan ditanah
kersani yang gila ini ada dimana-mana
tiada istimewa
tiada apa-apa

namun bila kersani ini hilang
kau carilah
jangan menyesal
jangan merindu
maafkan aku
mulutku tawar tak semanis
gula dan madu

aku menikam
sebab aku tulus
tak bermuka
tak bersandiwara
tiada lakonan
aku adalah kersani yang satu

oh mentari
kau rehatkanlah cahayamu
aku nak pulang
aku nak pulang
aku nak pulanggggg
aku menangis ditepian jalan
mengalah jauh sekali
aku nak pulanggggg
oh mentari
kasihanilah aku.......


20181230

Adakah longlai kita diburu waktu?

Disini

Disini dijalanan yang bisu
cuba mengajak
rumput nan hijau berbual
dengan nada kesal
cuba lagi bertegur sapa
dengan pohon yang merimbun
melihat langit nan luas
nafas makin kencang
jawapannya sama
bisu

disini
jika masa lalu
semanis gula
seindah mentari terbit
hari ini
tiba-tiba bertukar
dan
warna pelangi tiba-tiba
hilang satu warna

adakah longlai kita
diburu waktu?

Dan Disini
berkayuhlah
berkayuhlah
berkayuhlah
hingga ada menghargai
kita bukan sendiri
kita berkayuh
dengan kudrat
tulang temulang
semangat jiwa kental sendiri

biarlah masa lalu
kadang-kadang
membuat lidah kita kelu......

Penaluka Kersani is feeling positive in Maran, Pahang.
October 14 2018

20181130

Membilang Waktu Sejarahmu

Tasik Chini

Saat hadir aku disisimu..
Membawa hati yang lara..
Ku lihat tenang air muaramu..
Damai disini sepi yang nyata..

Mengkuang bersusun indah..
Pepohon hutan tinggi menegak..
Suara kicauan beburung merdu..
Dendangan lagu rimba...

Lagendamu ..
Naga Tasik Chini di Laut Gumum..
Merentas bilah aksara rindu..
Aku disini membilang waktu sejarahmu..
Mendakap kasih dan sayangmu.
Naga Sri Gumum dan Sri Pahang..
Bersatu dalam tasik yang indah..

Aku lelah didada kasihmu..
Merela kasih mendamba rindu..
Ukirlah perjalanan singkat dalam memori..
Untukmu demi kasih dan cinta..
Tasik Chini.

z AIN aL CCZ Bukit Setongkol
13 5 24 Lake Chini Resort

Bike Pahang is with Penaluka Kersani.

JANGAN GANGGU RUMAH PUSAKAKU

RUMAH PUSAKAKU

Rumah pusakaku bergoyang
ada yang ingin menduga
ada yang ingin mencuba
ada yang cuba menyiram minyak
Cuba membakar
menghidupkan kembali
api yang telah padam

sungai yang dulunya tenang
tiba-tiba bergelora
yang dulunya jernih
kini keruh bergelodak

jangan ganggu Rumah Pusakaku
jangan ganggu Rumah Pusakaku
kenal asal usulmu
kenal dirimu

jangan sampai puisiku
menikam urat lehermu
membelah tiap jantungmu
kernaku tahu asal usulku

Siapa kamu
yang cuba mencabarku
meruntuh Rumah Pusakaku....

Penaluka Kersani

20181125

Ku Jejak Ku Sapa Ku Tatap Bukit Abu Suradi

Jejak Abu Suradi

Dari celahan rimbun
dari sepoi tiupan bayu
dalam riuh unggas rimba
dalam warna hijau
yang melekap dimata

denai semalam
yang masih hangat
diingatan
denai yang bisu itu
kujejak lagi
kusapa lagi
kutatap lagi
gilakah aku
aku gilakah
saban waktu ingin memelukmu
memelukmu ingin saban waktu

sayangku
puncak cinta ini
tetap kudaki
andai boleh setiap hari
kemari

aku membawa nafasmu
semangatmu
sebagaimana bisikanmu
kali pertama kau suarakan
dicuping telingaku
ingin kesini
mana mungkin aku lupa
sayangku

oh ! Bukit Fraser
aku tak pernah sesal
kerna cintaku
lahir disini.....

Penaluka Kersani is feeling loved in Frasers Hill, Pahang, Malaysia.

sumber gambar: fraserhill.info/abu-suradi

20181115

Mencari Tanpa Sandaran

manusia zaman ini bertanya;
mereka mencari:

siapa melayu
dimana bahtera Nabi Noh
mencari harta Karun @ Qorun
mencari barang Nabi Sulaiman
mencari barang Nabi Musa
mencari keluarga Nabi Isa
mencari peninggalan Adam dan Hawa
siapa Iskandar Zulkarnai dan hartanya
mencari kitab asal Zabur, Taurat, Injil.
mencari umur dunia dan atau umur bumi.

sebaliknya mereka tidak pun berusaha 
mencari diri mereka sendiri.

carilah dalam Al Quraan,
adalah jawapannya.
dah tak cari,
mana nak jumpa.

dok pakai pendapat kitab je,
kitab-kitab karangan ulama itu 
perlu disandarkan kepada Al Quraan,
dan bukannya Al Quraan 
disandarkan kepada pendapat kitab ulama.

[kitab tu huraian atau ulasan pendapat ulama pada masa zamannya].

sepatutnya digunakan untuk huraian kefahaman aje.
dan bukannya untuk manusia kemudian bersandarkan diri kepada mereka.

Oleh Neguai
12.11.2018

20181107

Purnama dan Bulan

Kalau hari dalam bulan atau 
kelendar kiraan 
disebut orang 
hari bulan.

Kalau bulan penuh 
disebut orang bulan 
mengambang atau 
15 hari bulan.

Kalau lama sangat 
disebut orang berbulan-bulan.

Kalau jumlah harinya 
disebut orang cukup bulan.

Kalau hal perempuan 
disebut orang datang bulan.

Kalau waktu gelap 
disebut orang gerhana bulan.

Kalau dalam setahun 
jumlah ada 12 bulan.

Bulan yang mengelilingi pada bumi 
cuma ada satu sahaja bulannya.

Dan orang melayu tak menggelarnya bulan,
mereka menggelar purnama.
[untuk mengira hari dan bulan]

Dan kalau disebut orang; 
bulan dipagar bintang,
itu senikata lagu.

Dan kalau disebutkan orang; 
pungguk rindukan bulan,
itu orang anggau.

Oleh Neguai
18.10.2018

20180930

Selamat Pulang Langit September

Langit September ( 2 )

Oh Langit September
setahun yang lalu
aku berpuisi
dicelahan jari kakimu
tentang segala didadamu
memuja segala kecantikkanmu
dari jauh aku terpukau
terpaku kelu
bersama sidia setia disisiku

selamat pulang Langit September
maafkanku tiada rezekiku
mendakap indah
segala memori
diatas puncak dadamu
inginku raikan puisiku
kuraikan bersama kesayanganku
menjelajah bersama
berswafoto bersama
bercerita bersama lagi
tentang kau aku
dan Puisi Langit september
yang telah lahir dicelahan jarimu
setahun nan lalu

oh Langit September
selamat pulang
usahlah kita bersedih
mengalir air mataku
seraut wajahmu indahmu
kian kelam berawan kelabu

segala suka duka
yang hidup
hanya sejenak
cukup indah untuk kukenang
segala jerih perih
susah senang
tangis tawa
adalah rencah penyambung
setahun cerita yang
tak pernah padam

sayangku
aku amat menyayangimu
menyayangimu september
kerna cerita kau dan aku
tak pernah hilang
andai esok lusa aku tiada
kenanglah aku
kenanglah Langit September
kerna disini segalanya bermula

maafi aku
andai aku
bukanlah permata
hanya sekeping besi
karat terbuang
dilindung tanah
debu yang gersang.

selamat pulang Langit September
kita berkongsi langit yang sama
rindu
september yang penuh
dengan cinta
kasih sayang
bukan penuh benci
dan dendam

Langit September
moga panjang umurku
dapat mendakap
memelukmu
tiada kempunan
dijiwaku

oh langit September
maafi aku....

Penaluka Kersani is feeling sad at Dalam Hatiku.

20180901

Diperut Langit September

Langit September

Duhai Langit September
kau terlalu indah
memukau aku dari bawah
yang dari tadi tidak pernah
jemu mendongak
putih dan biru
mencorak segala rasa
mewarnai sepasang hati
syukur pada Ilahi
alam luas cukup memberi erti
terpaku aku disini
berat untuk pergi

Duhai Langit September
diperutmu penuh kehijauan
aku melihat dari jauh
Bukit Kertau gagah berdiri
Gunung Melati nama sejati
melambai-lambai
pada yang sudi melawati
pasti menemui tersirat dihati
dan aku tersenyum
pasti lagi kesini

Duhai Langit September
kehijauan padi memukau mata
syukur masih ada kanvas begini
tika kampung-kampung telah sepi
dimamah arus
sepi terasing
dibumi sendiri

Duhai Langit September
aku hanya meminjam langitmu
putih biru hijau segala rasa
yang telah mengalir dijiwaku
kupuisikan sedikit waktu
sebelum september pulang
segala rasa kudodoikan
dipangkuan hatiku

kita berkongsi september
yang sama
disini bersama alam indah
bersama roda itu
terima kasih
ku aksarakan sedikit rasa
jiwa yang gembira.....

Penaluka Kersani

20180729

Aku Dalam Dalam Aku Walau Walau

Impian

Sayang...
masih ingatkah dikau lagi
impian kita dipuncak cinta ini
ingin bersama merasai
dinginnya embun
dinginnya bayu
membelai pipimu
sambil bermanja dengan alam
mendengar lunaknya suara
unggas dirimba
melihat indahnya alam ini

sayang...
masih ingatkah kamu?

aku tidak pernah lupa
walau aku tahu
impian itu makin menjauh

aku tetap kesini
susah kesini
mendaki kesini
melalui denai yang mendekat
aku datang
melalui denai yang jauh
aku datang
dalam panas
dalam hujan
aku datang
walau hanya berkayuh
aku datang
walau keseorangan
aku datang

kerna itulah impian kita
kanku datang lagi
mengintai impian kita
ada wajahmu
dipuncak sana.....

29/7/18
Bukit Fraser
kali ke 5

Penaluka Kersani

20180715

Hati Sering Berdegup Berkompang Tanpa Disuruh

Alam

Rindu ini
tidak pernah hilang
sering bertambah
tahun demi tahun
yang terbuang

sayang ini
tidak pernah hilang
sering bertambah
hari demi hari
yang bernyawa

hati ini
sering berdebar
berdegup
berkompang sendiri
tanpa disuruh
bila diri ini
melayang sering
terbayang wajahmu

duhai alam yang bisu
kamu pandai meneka
tiap gerak rasa hatiku
pandai memujuk
meredakan keresahanku

duhai alam
doakan aku
aku terlalu rindu
rindu dia
rindu dia
rindu dia
dia jua membisu
sepertimu.......

Lubuk Ujid
Lubuk Yu
15/7/18
Penaluka Kersani

20180712

Melayang Berangan Angau Meracau Keseorangan


Aku dan dia

Jangan biarkan aku
kosong
keseorangan
sepi
keseorangan
terduduk
keseorangan
bercakap
keseorangan
melayang
keseorangan
berangan
keseorangan
angau
keseorangan
gila meracau
keseorangan

pimpinlah aku
bawalah aku
dakaplah aku
bisikkan ditelingaku
nasihatilah aku
kuatkan semangatku

agar aku
tidak terlalu leka
lalai dalam waktu
pergi sebelum waktu
dalam mengingatiMu
dalam mengingatimu....

Penaluka Kersani

20180511

Mencari Pusaka Sepi, Malu Menyorok Hujan

Hilang

Satu senja
taringnya hilang
kukunya hilang
giginya hilang
pekiknya hilang
bisanya hilang
kawannya hilang

rumahnya runtuh
hilang tempat berteduh
yang selesa
kembali mencari
rumah pusaka
yang dulu ditinggal sepi
hilang malu
asal dapat menyorok
dari panas dan hujan

suara yang dulu manja
hilang
suara yang dulu lunak
hilang
suara-suara yang tak lekang
pada dirinya
hilang

hilang sebuah nama besar
tapi tidak pernah hilang
sentiasa ada
sentiasa ada
yang bercerita

hilanglah aku
bila tidak lagi
bertukang puisi
bila ilham
mulai mati
seakan seluruh jiwa
turut pergi......

11 Mei 18
jumaat

Penaluka Kersani is feeling crazy at Wad Mental Hospital Bahagia Tanjung Rambutan.
May 11Ipoh

20180402

Duhai Waris Kuseru Tiap Patah Namamu

Malam

Malam terusik
oleh buih kesiangan
dan gemalai
tapak tangan
bersilang urat
ada tafsiran
tiap satu ceritera
alur naungan

dan mencari
belum ketemui
rahsia tersurat
tersirat
dipagar tiap
pertanyaan

bersimpuhlah
terduduk lagi
rahsia-rahsia
yang dicerita
tiap celahan
dahan yang merimpun

duhai waris
kuseru tiap patah
namamu
agar aku
tidak longlai
bertongkat sendi
biarlah bersambung
kenal erti insani
dibalik rumpun
megah berdiri

terbanglah kersani
terus mencari
terus berdiri
menggengam kukuh
ukiran seni......

Kotasas 2 April 18
Penaluka Kersani is feeling motivated at Gelanggang Seni.

20180313

Mendengar Lunak Suaramu Keluh Resahmu

Selamat Hari Lahir Bondaku

Riak wajahmu
tetap manis
tersenyum
walau bertahun
berlindung
dalam liku-liku
membesarkan aku
dan anak-anakmu yang lain

syukur padaNya
memberi lagi aku kesempatan
membelai tiap jemarimu
mencium tanganmu
melihat seraut wajahmu
bisa berbual
mendengar lunak suaramu
mendengar keluh resahmu
mendengar cerita dahulu
seawal kehidupan keanakanmu
mendengar cerita suka duka
dibalik tirai kehidupanmu

Ya Allah
kau panjangkan umur Bondaku
agar dapat lagi aku
sentiasa ada
sentiasa ada
disisinya

aku tahu
sampai waktu
masa tidak pernah
lewat menjemputku
pintaku biarlah aku dapat
mencium membelai
setiap saat ada disisimu

Selamat Hari Lahir Bondaku
aku aksarakan puisi
diharijadimu
moga diberikan kesihatan yang baik
panjang umurmu
sihat selalu
termakmul doa dan impianmu

aku sayang kamu Bondaku
kaulah cinta pertamaku. ..

Al-fatihah buat ayahandaku...

Penaluka Kersani is feeling loved at KOTASAS.
March 13Kuantan

20170710

Menjadi Terang Dimalam Kelam

Senja

Disenja ini
gadis itu
berjalan longlai
melihat jauh pasir memutih
yang terhampar
kelesuan

ombak dan sang bayu
sesekali menyapa lembut
seakan tau
apa yang tersurat dihati
tetapi sidia masih membisu
tapak-tapak kecil itu
terus menapak
dengan berat sekali

oh senja jingga
yang kekuningan
pujuklah hati dia
sebelum malam kelam
menyapanya tanpa kurela

oh duhai gadis pilu
kemaskan langkahmu
secebis puisiku
dibalik bayang senjamu
mudahan menjadi terang
dimalam kelammu.....

kotasas
10 julai 17

Penaluka Kersani

20160714

MASIHKAH ADA BENCI DI HATI KITA oleh lamanpahang

Arwah Jamaludin b Hussin atau Jamaludin b Lijah telah meninggalkan dunia yang kita kongsi ini pada 13.7.2016 jam 11.00 pagi di Felda Lepar Hilir 1. Arwah pergi membawa bekal yang sempat dikumpul. Tetapi kita masih mempunyai ruang untuk memohon ampun dan mengumpul bekalan untuk kegunaan akhirat.

Walaupun telah berdepan dengan banyak kematian. Mungkin juga ada antara kita yang banyak kali menyaksikan jenazah dimasukkan dalam liang lahad. Harap dengan izin Allah SWT ada antara kita yang dapat hidayah dari Allah SWT untuk berubah.

Mungkin ada yang tidak mampu untuk berubah. Kadang-kadang menuntuk makanan yang sedap-sedap. Kadang-kadang impikan harta yang melimpah ruah. Kadang-kadang mahu dihormati dan disanjung oleh manusia. Kadang-kadang mempunyai rasa benci dan dendam yang amat sangat terhadap 'orang Islam'. Kadang-kadang meluap-luap rasa mahu memukul atau membunuh 'orang Islam'. Kadang-kadang mendoakan keburukan untuk 'orang Islam'. Kadang-kadang tidak terhitung keburukan yang ada dalam diri kita untuk dijadikan bekalan akhirat.
 01.Bunga melur bunga melati
Tumbuh di samping pohon angsana
Sesiapa yang hidup pastikan mati
Bila suratan ajal tiba
 02.Bunga rampai bercabang dua
Dibawa bersama sejemput kecambah
Sahabat karib kini tiada
Telah terkubur dikandung tanah
 03.Bunga kamboja batangnya subur
Daunnya gugur dikala petang
Selalu kuhantar jenazah ke kubur
Entahlah esok giliranku datang
 04.Bunga dahlia indah memikat
Membuat hati puteri tertawan
Kain kafan digunting diikat
Ternyata sudah engkau kenakan
 05.Bunga teratai di atas air
Tumbuh di antara bunga kiambang
Ketika ajal datang menggilir
Pangkat jabatan semua menghilang
 06.Bila memetik mawar berduri
Jika tersilap tangan terluka
Tinggal jenazah seorang diri
Di dalam liang gelap gulita
 07.Bunga anggrek aneka warna
Bergoyang diinjak si anak burung
Bila ada iman dan taqwa
Alamat mayat akan beruntung

Sumber : salamdakwah.com (tiada yang abadi dan pantun kematian)
 08.Datang halim dari yang hulu
mengantarkan kalimah bertalu-talu
tiade jawapan orangnya itu
bibir pun berat lidah pun kelu
 09.keluar dengan air mata
buat meumbuk sekalian rata
sehingge habis sekalian rata
di selamkan mayat tujuh puluh hasta
 10.mayat terselam beberapa kali
tiadalah nungkar nangkir peduli
tanyak dan palu tiadk henti
 11.nungkar dan nangkir dinamakan orang
kuat palunya bukan sembarang
lebihnya pada pahlawan perang
yang membunyikan suara genderang
 12.nungkar nangkir setia berkhidmat
guruh dan guntur seperti kiamat
tulang dan sendi luluh dan lumat
tidaklah kita merasa nikmat
 13.tuntutkan ilmu tiada hingga
ialah jalan ke negeri syurga
jalan yang lain tiada di duga
barang kali masuk ke nyawe raga

 sumber: yusninahkoda.wordpress.com
 14.Janur dirajut menjadi ketupat
enak dimakan bersama rendang
amal yang baik tentulah teringat
budi yang baik pastilah dikenang
 15.tikar buruk dari pandan
disulam orang aneka ragam
jika hidup berbaik perbuatan
kelak mati surga diidam-idam
 16.Bila bias cahaya diufuk barat
maka matahari muncul ditimuri
jika hidup mahu bermanfaat
maka banyak-banyaklah bersyukur
 17.Orang gila lupa akan namanya
org tertawa lupa berhentinya
mencari rezeki lupa sedekahnya
itulah manusia yang durhaka
 sumber:pantunseribu.blogspot.my
18. MASIHKAH ADA BENCI DI HATI KITA
oleh lamanpahang

Sebelum sampai disini, 
adakah kita masih memikirkan 
benci kita pada manusia
dendam kita pada manusia

adakah kita tidak terfikir
benci Allah pada kita
dendam Allah pada kita

Bolehkah Allah Maha Besar
menjadi kita maha besar

Sebelum sampai disini
adakah kita masih memikirkan
sukanya kita pada harta
gembiranya kita pada pangkat

adakah kita tidak terfikir
sukanya Allah pada 'harta'
gembiranya Allah pada 'pangkat'

Bukankah Allah Maha Mengenali Kita
menjadikan kita mengenal diri kita
supaya kita mengenal Allah.