KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

PERTAMA Epistemologi Islam Bersepadu dengan aplikasikan pendekatan rekonstruktif (Tajdid) dan analisis sosio-historis (Kontekstual) secara dekonstruktif-evaluatif (Kritikal) serta tematik-konseptual (Analitikal) bagi membezakan ayat yang jelas(Muhkam) dan yang samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki. KETIGA. Menjaga hukum syarak yang terikat dengan Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Sunnah Rasulullah dan sahabat yang empat. Kami usahakan tadabbur untuk gali dimensi pemikiran falsafah ilmu dan mukjizat intelektual Al-Quran.

20210514

Pendekatan 25: Tiap hari tiap saat DIA menentukan urusan


Tiada satu saat 

yang berjalan 

melainkan disitu pasti ada 

takdir Allah yang dilaksanakan.


Tiap hari tiap saat

DIA menentukan urusan.


Mencipta, Menghidupkan, mematikan. memuliakan atau menghina.


Sebaik hamba

menyerah dengan rela hati

kepada hukum ketentuan Allah

pada tiap waktu

sebab ia harus percaya kepada

Rahmat dan Kebijaksanaan kekuasaan Allah.

2 comments:

Anonymous said...

Salam,

Bismillah lillahi rabbil al aamiinn.

Salamun qaulam mirabbir rahim.

Bismillahirahmanirahim.

Bismillahiladzi laisa kamislihi syaiun wahuwa alimul qadir.

Bismillahi tawakaltu alallah, wala hawla wala quwwata wala sulthana illa billahil aliyyil adzhim.

InsyaAllah.

Anonymous said...

salam;


fikirkannya sejenak;


dan apabila manusia mengenepikan atau membuang adab.

makanya;kifarah[bala] lah yang akan sampai sebagai tebusgantinya.

nabi muhammad saw diutuskan kepada manusia serta seluruh alam bagi menyempurnakan adab.

dapatkan kembali ilmu adab itu.

inshalah.