KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Setiap hasil pemikiran, pemerhatian, tinjauan, kajian, atau analisis tertakluk kepada kebenaran dan logik pada waktu ia dirangka, dan bukan pada garis waktu penerbitan. Kaedah dan skop yang digunakan adalah: PERTAMA Epistemologi Islam Bersepadu dengan aplikasikan pendekatan rekonstruktif (Tajdid) dan analisis sosio-historis (Kontekstual) secara dekonstruktif-evaluatif (Kritikal) serta tematik-konseptual (Analitikal) bagi membezakan ayat yang jelas(Muhkam) dan yang samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki. KETIGA. Menjaga hukum syarak yang terikat dengan Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Sunnah Rasulullah dan sahabat yang empat. Kami usahakan tadabbur untuk gali dimensi pemikiran falsafah ilmu dan mukjizat intelektual Al-Quran. KEEMPAT. Kaedah Mantuq (makna tersurat) dan Mafhum al-Mukhalafah (makna sebalik) digunakan dengan terikat kepada pematuhan syarat minimum serta maksimum. Had ini bagi mengawal proses ijtihad supaya tidak tersasar, tidak terlebih, dan tidak tersalah faham maksud sebenar firman Allah dan sabda Rasulullah.

20240510

Pendekatan 102: Andainya Allah tidak buatkan surga dan neraka.

Siapa yang menyembah Allah kerana harap sesuatu, 

atau untuk menolak bahaya siksa atas dirinya, 

maka dia BELUM tunaikan kewajibannya

terhadap sifat-sifat Allah. 


Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Daud as. : 

Sesungguhnya orang yang sangat Aku kasih kepadanya ialah yang 

beribadat bukan karena upah pemberian, tetapi semata-mata karena 

Aku berhak untuk disembah. 


Dalam kitab Zabur ada tersebut :

Dan siapakah yang lebih kejam 

dari orang yang menyembahKu 

karena surga atau neraka. 


Andainya Aku tidak buat surga dan neraka

maka Aku tidak berhak untuk disembah?


Bersabda Nabi saw. : 

Jangan berlaku sebagai seorang hamba yang busuk jika takut, lalu bekerja.


Jangan berbuat sebagai buruh yang busuk jika tidak dibayar lalu tidak bekerja. 


Pemberian Allah kepada hamba itu sudah lebih  dari yang diharapkan yaitu hidupnya, nafasnya, panca inderanya dan kesehatannya dan lain-lainnya. 

Abu Hazim berkata :

Saya malu menyembah Allah karena pahala,  seperti buruh yang busuk jika tidak dibayar tidak bekerja atau menyembah karena takut siksa seperti budak yang curang jika tidak takut siksa tidak bekerja, tetapi saya menyembah Allah karena cinta kepadaNya. 



Sufyan Astsaury minta nasehat dari Rabi’ah Al-adawiyah, maka 

berkata Rabi’ah :

Engkau seorang yang baik

jika engkau tidak 

cinta kepada dunia. 

3 comments:

Anonymous said...

Salamun,
Kiasnya,

Ramai yang Nak jadi ketua,sebaliknya tak mahu Dan tak sanggup jadi orang tua.



Inshaallah.

Anonymous said...

salamun,
kiasnya;


mengenal roh; ditulis oleh pengarang, tuan haji talib naiem al haj assaaupi anak murid kepada al marhom ngah impol atau namanya haji saruli.


cari dan baca lah kitabnya itu bagi kefahaman untuk mengenal bagi mengelak salah faham dalm diri.



inshaallah.

Antonio said...

Apakah Anda sedang mengalami kesulitan keuangan? Maka artikel ini cocok untuk Anda. Pinjaman saya disetujui oleh Bapak Pedro, yang merupakan tawaran pinjaman dari perusahaan pinjamannya ketika bank menolak pengajuan pinjaman saya karena kredit saya buruk, tetapi Pedro dan perusahaan pinjamannya memberi saya pinjaman sebesar 7 juta DOLAR AS dengan suku bunga 3%. Saya sangat berterima kasih dan ingin berbagi semua ini dengan Anda yang sedang mencari jenis pinjaman apa pun. Hubungi kantor pinjaman Pedro langsung melalui alamat email: pedroloanss@gmail.com atau whatsapp dia di: +393510140339.