KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Setiap hasil pemikiran, pemerhatian, tinjauan, kajian, atau analisis tertakluk kepada kebenaran dan logik pada waktu ia dirangka, dan bukan pada garis waktu penerbitan. Kaedah dan skop yang digunakan adalah: PERTAMA Epistemologi Islam Bersepadu dengan aplikasikan pendekatan rekonstruktif (Tajdid) dan analisis sosio-historis (Kontekstual) secara dekonstruktif-evaluatif (Kritikal) serta tematik-konseptual (Analitikal) bagi membezakan ayat yang jelas(Muhkam) dan yang samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki. KETIGA. Menjaga hukum syarak yang terikat dengan Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Sunnah Rasulullah dan sahabat yang empat. Kami usahakan tadabbur untuk gali dimensi pemikiran falsafah ilmu dan mukjizat intelektual Al-Quran. KEEMPAT. Kaedah Mantuq (makna tersurat) dan Mafhum al-Mukhalafah (makna sebalik) digunakan dengan terikat kepada pematuhan syarat minimum serta maksimum. Had ini bagi mengawal proses ijtihad supaya tidak tersasar, tidak terlebih, dan tidak tersalah faham maksud sebenar firman Allah dan sabda Rasulullah.

20240517

Pendekatan 103: Memberi itu kurnia, menolak itu kekuasaan.

Apabila Allah memberi kurnia kepadamu, maka Ia akan menunjukkan kepadamu belas kasihNya.


Apabila menolak pemberianNya atasmu, maka Ia akan menunjukkan kepadamu kekuasaanNya.


Apabila Ia dalam semua itu memperkenalkan diri kepadamu, dan menghadapkan kepadamu dengan kehalusan pemberian pemeliharaanNya kepadamu. 

Harus setiap hamba mengenal Tuhan, dengan segala sifat-sifat kebesaranNya. Maka siapa yang tidak suka mengenal dengan sifat 

Mu’thi. Wahhab (pemberi) harus ia mengenal Allah dengan sifat : 

- Mani’ (menolak) 

- Muntaqim (membalas)

- Qahhar (memaksa).

Tetapi apabila telah mengenal hikmat Rahmat Allah, maka terasa bahwa semua itu semata-mata kurnia Allah kepada hambaNya. 


Sufyan Astsaury bertemu dengan Abu Habib Al-Badry, dan memberi 

salam.

Abu Habib bertanya : Engkaulah Sufyan Astsaury yang terkenal 

itu.


Jawabnya : Benar, semoga Allah memberkahi apa yang dikatakan 

orang-orang itu.


Lalu berkata Abu Habib : Hai Sufyan, tidak ada suatu kebaikan melainkan berasal dari Tuhan.


Jawab Sufyan : Benar 


Ditanya : Mengapakah kamu tidak suka bertemu pada siapa yang tiada kebaikan kecuali dari padaNya.


Hai Sufyan : Penolakan Allah kepadamu itu berarti pemberian kumiaNya kepadamu, sebab ia tidak menolak karena bakhil atau tidak ada, hanya ia menolak permintaanmu itu karena kasihnya kepadamu dan untuk menguji kamu.


Hai Sufyan, Sesungguhnya aku masih senang duduk dengan engkau tetapi bersamamu itu ada kesibukan, kemudian Abu Habib menuju ke kambingnya dan membiarkan Sufyan Astsaury. 


1 comment:

Anonymous said...

salamun,
kias,


dalam cerita filem;ali baba bujang lapok; menceritakan halnya berkenaan 40 penyamun[tengok semula ceritanya,jangan setakat gelak aje bila tengok cerita tu].
itu edapsi dari hikayat abu nawas atau dari 1001 malam.

pada nyatanya;

pupu 40 seri menanti atau pupu 40 pagar ruyung,[apa kisahnya];mereka disebutkan oleh orang negeri sembilan sebagai;biarkan si luncai terjun dengan labu-labunya,biarkan,biarkan.

40 panglima istana gong kedak atau 40 pembantu pengiring to janggut kelantan,[apa ceritanya];mereka terpecah-pecah,apabila to janggut di buru oleh orang putih zaman mereka, mereka di anggap sebagai pemberontak ditanah air sendiri.

dalam pahanglah kebanyakan mereka bermukim,dan cucu cicit mereka sekarang berada[keberadaan pewaris mereka].

kenal atau tidaknya pewaris mereka kepada moyang mereka itu.

moyang mereka juag terlibat dalam setiap perang menentang penjajah dan peng......tanah melayu termasuklah di wilayah pattani dan pulau sumatra.

kalangan mereka itu adalah beberapa perempuan yang sama-sama berjuang.

perbetulkan tanggapan diri,jangan dok hanya berbangga dengan hayalan dari halwa telinga yang didengar semata-mata.

inshaallah.