KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

PERTAMA Epistemologi Islam Bersepadu dengan aplikasikan pendekatan rekonstruktif (Tajdid) dan analisis sosio-historis (Kontekstual) secara dekonstruktif-evaluatif (Kritikal) serta tematik-konseptual (Analitikal) bagi membezakan ayat yang jelas(Muhkam) dan yang samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki. KETIGA. Menjaga hukum syarak yang terikat dengan Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Sunnah Rasulullah dan sahabat yang empat. Kami usahakan tadabbur untuk gali dimensi pemikiran falsafah ilmu dan mukjizat intelektual Al-Quran.

20230616

Pendekatan 76.5: Seorang sufi kehilangan anak

Seorang sufi kehilangan anak, 

hingga tiga hari tidak mendapat beritanya, 

maka ada orang yang berkata kepadanya : 

Mengapa engkau tidak minta kepada Allah, 

supaya mengembalikan anak itu kepadamu ? 

Jawabnya : Tantanganku terhadap putusan Allah itu akan lebih berat 

bagiku daripada hilangnya anak.

20230609

Pendekatan 76.4: Abaikanlah orang-orang yang masih bodoh

Rasulullah saw. bersabda : 

Tuhan telah mendidikku sebaik-baik didikan dan menyuruhku 

melakukan akhlak yang sebaik-baiknya. 


Yaitu dalam ayat 

Ambilah hati mereka dengan suka memaafkan, 

dan anjurkan perbuatan-perbuatan yang baik dan mudah, 

dan abaikanlah orang-orang yang masih bodoh, 

(jangan dituntut) mereka yang masih bodoh itu. 

20230602

Pendekatan 76.3: Tanda seorang mendapat TAUFIK atau DIHINAKAN

76.3) Tanda seorang mendapat TAUFIK itu ada TIGA : 

1 . Mudah mengerjakan amal kebaikan, padahal ia tidak niat dan bukan tujuannya. 

2. Berusaha untuk berbuat maksiat, tetapi selalu terhindar daripadanya. 

3. Selalu terbuka baginya kebutuhan dan hajat kepada Allah ta’ala. 



Tanda seorang yang DIHINAKAN oleh Allah ada TIGA : 

1. Sukar melakukan ibadat/taat, padahal ia sudah berusaha sungguh-sungguh. 

2. Mudah terjerumus ke dalam maksiat, padahal ia berusaha menghindarkannya. 

3. Tertutupnya pintu berhajat kepada Allah, sehingga merasa tidak perlu berdoa dalam segala hal. 


20230526

Pendekatan 76.2: Abul-Qasim Al-Junaid ra. berkata

76.2) Abul-Qasim Al-Junaid ra. berkata : 

Ketika saya sedang menunggu janazah bersama orang-orang banyak yang akan disembahyangkan di masjid Assyuniziyah, tiba-tiba ada seorang miskin minta-minta, maka dalam perasaan hatiku : 

Andaikan orang itu bekerja sedikit-sedikit supaya tidak minta-minta, tentu akan lebih baik baginya. 

Kemudian ketika pada malam harinya, saya akan mengerjakan wirid yang biasa saya kerjakan pada tiap malam, terasa sangat berat dan tidak dapat berbuat apa-apa, sambil duduk akhirnya tertidurlah mataku.

Tiba-tiba mimpi orang-orang datang membawa orang miskin itu di di atas talam, dan orang-orang itu berkata kepadaku : 

Makanlah daging orang ini sebab engkau telah mengghibah padanya. 

Maka langsung saya sadar, dan saya tidak merasa ghibah padanya hanya tergerak dalam hati, tetapi saya diperintahkan harus minta halal kepada orang itu, maka tiap hari saya berusaha mencari orang itu, akhirnya bertemu di tepi sungai sedang mengambil daun-daunan yang rontok untuk dimakan dan ketika saya memberi salam kepadanya, langsung ia berkata : 

Apakah akan mengulangi lagi hai Abui Qasim ? 

Jawabku : Tidak. Maka ia berkata : Semoga Allah mengampunkan kami dan kamu. 

Pendekatan 76.1: Setengah dari tanda kebodohan murid


76.1) Setengah dari tanda kebodohan murid jika ia berbuat salah lalu ditangguhkan hukumannya, lalu ia berkata : 

Andaikata termasuk dosa tentu sudah diputuskan bantuan dan sudah dijauhkan. 

Ingatlah adakalanya telah diputuskan bantuan (kurnia) dengan jalan yang ia tidak merasa, 

meskipun hanya berupa tidak ada tambahan baru, 

dan adakalanya pula ia telah dijauhkan padahal ia tidak mengetahui, 

meskipun jauh itu hanya berupa membiarkan engkau menurutkan hawa nafsumu.

20230519

Pendekatan 75: Merasa takut jika selalu dapat kurnia Allah.

75) Hendaknya kau merasa takut jika kau selalu mendapat kurnia Allah, sebaliknya kau tetap dalam perbuatan maksiat kepadaNya jangan sampai kurnia itu semata-mata istidraj oleh Allah. 

Istidraj : 

Yaitu mengulur, memberi terus menerus supaya bertambah lupa kemudian dibinasakan, juga berarti memperdava. 

Tiap berbuat dosa ditambah dengan nikmat, dan dilupakan minta ampun istighfar.

Maka ketika mereka telah melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka.

Kami bukakan bagi mereka segala jalan, sehingga apabila mereka telah mabuk gembira terhadap segala hasil usahanya.

Sebagaimana firman Allah : 

Akan Aku putar mereka itu dengan jalan yang mereka tidak mengetahui (tidak sadar).

20230512

Pendekatan 74: Siapakah yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit

 74) Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu, dafi siapa yang syukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat kukuh. 

Firman Allah : Bila kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat bagimu. 

Firman Allah : Tiada terjadi suatu nikmat bagimu melainkan itu dari Allah (maka itu dari Allah). 

Firman Allah : Adapun terhadap nikmat pemberian Tuhanmu, maka kau pergunakan (ceritakan/sebarkan). 

Annu’maan bin Basyir ra. berkata : Bersabda Nabi saw. : Siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang banyak, dan siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah. 

Syukur : Ialah merasa dalam hati, dan menyebut dengan lidah, dan mengerjakan dengan anggota badan. 

Ai-Junaid berkata : Ketika saya baru berusia 7 tahun hadir dalam majlis Assariyussaqathi, tiba-tiba saya ditanya : Apakah arti syukur ? 

Jawabku : Syukur ialah tidak menggunakan suatu nikmat yang diberi Allah untuk perbuatan maksiat. Assary berkata: Saya kuatir kalau bagianmu dari kurma Allah hanya dalam lidahmu belaka. Berkata Al-Junaid : Maka karena kalimat yang dikeluarkan oleh Assary itu saya selalu menangis, 

Kuatir kalau benar apa yang dikatakan oleh Assary itu. 

20230505

Pendekatan 73: Ingat semasa senang bukan semasa susah sahaja

 73) Siapa yang tidak suka menghadap (mendekat) kepada Allah 

dengan halusnya pemberian kurnia Allah, maka akan diseret supaya 

ingat kepada Allah dengan rantai ujian (bala*). 

Siapa yang tidak suka dzikir kepada Allah ketika sehat 

afiat dan murah rizqi, maka akan dipaksa supaya dzikir ingat kepada 

Allah dengan tibanya bala’ bencana, maka dalam kedua hal itu Allah 

berkenan akan menuangkan nikmat kurnia yang sebesar-besarnya 

kepada hambaNya. 



20230428

Pendekatan 72: Orang tamak selalu rugi

 72) Engkau bebas merdeka dari segala sesuatu yang tidak engkau perlukan, dan engkau tetap menjadi hamba kepada apa yang engkau harapkan (inginkan). 

Andaikan tidak ada keinginan-keinginan yang palsu, pasti orang akan bebas merdeka tidak akan diperbudak oleh sesuatu yang tidak berarti (berharga). 

Contohnya : Burung helang rajawali yang terbang tinggi di angkasa lepas, sukar seorang akan mendapat menangkapnya, tetapi ia melihat sepotong daging yang tergantung pada perangkap, maka ia turun oleh sifat tamaknya dari angkasa itu, maka terjebak oleh perangkap itu sehingga ia menjadi permainan anak-anak kecil. 

Fatch Al-Maushily ketika ditanya tentang contoh orang yang menurutkan syahwat hawa nafsu dan sifat tamaknya, sedang tidak iauh dari tempat itu ada dua anak yang sedang makan roti, yang satu hanya makan roti, sedang yang kedua makan roti dengan keju, lalu yang makan roti ingin keju, maka ia berkata kepada temannya : Berilah kepadaku keju. 

Jawab temannya : Jika engkau suka saya jadikan anjingku, saya beri keju. Jawab yang minta : Baiklah. Maka lalu diikat lehernya dengan tali sebagai anjing dan dituntun. Berkata Fateh kepada orang yang bertanya: Andaikata anak itu tidak tamak pada keju, niscaya tidak menjadi anjing. 

Terjadi ada seorang murid didatangi oleh gurunya, maka ia ingin menjamu gurunya, lalu ia ingin keluarkan roti tanpa lauk pauk, dan tergerak dalam hati murid sekiranya ada lauk pauknya tentu lebih sempurna. Kemudian setelah selesai dimakan oleh guru apa yang dihidangkan itu, bangunlah guru itu keluar tiba-tiba di bawa ke penjara untuk ditunjukkan berbagai macamnya orang-orang yang dihukum, baik yang dipukul atau dipotong tangan dan lain-lainnya, lalu berkata guru kepada muridnya : Semua orang-orang yang kau lihat itu, yaitu orang yang tidak sabar makan roti saja tanpa lauk pauk. 

Ada seorang yang baru dikeluarkan dari penjara, yang masih terikat kakinya dengan rantai ia minta-minta sepotong roti kepada orang, maka dikatakan oleh orang yang dimintai : Andaikan sejak dahulu engkau terima dengan sepotong roti, maka takkan terikat kakimu itu. 

Ada seorang melihat seorang hakim sedang makan dari rerontokan buah yang jatuh di sungai, maka orang itu berkata : Hai orang hakim, sekiranya engkau mau kerja pada raja tentu engkau tidak sampai' makan rerontokan buah dalam sungai, maka dijawab oleh Hakim : Andaikan engkau suka menerima makanan ini tidak usah menjadi buruhnya raja (budak raja). 

20230427

Pageviews by Countries 27.04.2023 6.20 pagi

STATS TOP LOCATIONS 27.04.2023 6.20 pagi

1. Malaysia 999K

2. United States 163K

3. Russia 34.6K

4. Indonesia 31.4K

5. Sweden 31.2K

6. Germany 23.1K

7. Singapore 13.4K

8. India 6.93K

9. France 5.75K

10. Ukraine 4.34K

11. Hong Kong 3.07K

12. Brunei 2.83K

13. Netherlands 2.33K

14. Canada 2.01K

15. Unknown Region 1.82K

16. Spain 1.8K

17. China 1.75K

18. Türkiye 1.24K

19. United Kingdom 1.22K

20. Other 57.9K