KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

PERTAMA Epistemologi Islam Bersepadu dengan aplikasikan pendekatan rekonstruktif (Tajdid) dan analisis sosio-historis (Kontekstual) secara dekonstruktif-evaluatif (Kritikal) serta tematik-konseptual (Analitikal) bagi membezakan ayat yang jelas(Muhkam) dan yang samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki. KETIGA. Menjaga hukum syarak yang terikat dengan Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Sunnah Rasulullah dan sahabat yang empat. Kami usahakan tadabbur untuk gali dimensi pemikiran falsafah ilmu dan mukjizat intelektual Al-Quran.

20121216

E4 erti surah Al-maa’uun


Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.

Tahukah kamu yang mendustakan agama?.[a.1]

Itulah orang yang mengherdik anak yatim.[a.2]

Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.[a.3]

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat.[a.4]

Orang-orang yang lalai dari shalatnya.[a.5]

Orang-orang yang berbuat riya.[a.6]

Dan enggan barang berguna.[a.7]

No comments: