SOALAN
Siapakah orang yang menyalahartikan nama-nama Allah pada masa sekarang (2026).
JAWAPAN
Istilah yulhidun (menyalahartikan atau menyimpang) dalam QS. Al-A'raf 7:180 tetap relevan di masa sekarang (2026). Berdasarkan penjelasan para ulama dan pakar tafsir kontemporer, "orang tersebut" di masa kini merujuk pada beberapa golongan:
1. Penyalahguna Nama Allah untuk Komersial & Mistik: Kelompok yang menjadikan Asmaul Husna sebagai "jimat," jampi-jampi untuk perlindungan fisik (seperti kekebalan), atau pencarian keuntungan duniawi tanpa dalil yang sah. Ini termasuk anggapan bahwa nama tertentu memiliki "khodam" (pelayan spiritual) atau rahasia gaib yang bisa dikendalikan manusia.
2. Kelompok Liberal/Relativis: Mereka yang menafsirkan sifat-sifat Allah secara liar sesuai logika atau hawa nafsu manusia, misalnya dengan mengatakan bahwa hukum Allah tidak lagi berlaku di dunia modern karena manusia "berhak" membuat hukumnya sendiri tanpa merujuk pada nama Allah sebagai Al-Hakam (Maha Pemberi Keputusan).
3. Penganut Antropomorfisme atau Sekulerisme:
Antropomorfisme: Menyamakan sifat Allah persis dengan makhluk-Nya (tasybih), misalnya membayangkan Allah memiliki kelemahan atau fisik seperti manusia.
Sekulerisme Ekstrim: Mengakui Allah sebagai pencipta alam semesta (di langit) tapi menolak otoritas-Nya untuk mengatur kehidupan sosial, politik, dan moral di bumi.
4. Penyalahgunaan Nama dalam Penamaan: Memberikan nama kepada manusia atau makhluk dengan nama yang khusus hanya milik Allah secara mutlak (seperti Ar-Rahman, Al-Awwal, atau Al-Khaliq) tanpa menambahkan kata "Abdul" (hamba), atau sebaliknya, menggunakan nama Allah untuk menghina atau melabeli hal-hal buruk.
5. Pelaku Ritual Bid'ah: Mengaitkan jumlah zikir tertentu dari Asmaul Husna dengan kesembuhan penyakit kronis atau keberuntungan secara spesifik tanpa dasar dari Al-Quran dan Sunnah, yang sering banyak di media sosial saat ini.
SOALAN
Dari mana sumber atau riwayat mengenai cara berdoa dengan nama-nama Allah SWT.
JAWAPAN
Riwayat utama mengenai cara berdoa dengan menyebut nama-nama Allah (Asmaul Husna) bersumber langsung dari Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW:
1. Dasar dari Al-Qur'an
Perintah untuk memanggil Allah dengan nama-nama-Nya yang baik tercantum secara eksplisit dalam:
QS. Al-A'raf [7]:180: "Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu..." Al-Qur'an Kemenag RI.
QS. Al-Isra [17]:110: "Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaul husna (nama-nama yang terbaik)...'" Al-Qur'an Kemenag RI.
2. Dasar dari Hadits Nabi (Sunnah)
Nabi Muhammad SAW memberikan contoh nyata dalam berbagai riwayat:
Hadits Riwayat Tirmidzi & Abu Dawud: Nabi SAW pernah mendengar seseorang berdoa dengan menyebut nama Allah: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu... Engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Al-Ahad, Ash-Samad..." Nabi kemudian bersabda bahwa orang tersebut telah berdoa dengan Ismullah al-A'zam (Nama Allah yang Paling Agung), yang jika digunakan untuk berdoa, maka doanya akan dikabulkan.
Hadits Riwayat Muslim: Nabi sering berdoa dengan menyebut sifat-sifat Allah yang relevan, seperti "Ya Hayyu Ya Qayyum, bi rahmatika astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan). Hadits Muslim - Sunnah.com.
3. Kaidah "At-Tawassul bi al-Asma' wa ash-Shifat"
Dalam ilmu akidah, cara ini disebut sebagai Tawassul (perantara) melalui nama dan sifat Allah. Para ulama seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa kesesuaian antara nama yang dipanggil dengan permintaan adalah puncak etika dalam berdoa.
Apakah Anda ingin saya bantu membuatkan teks doa spesifik (seperti doa untuk keluarga atau pekerjaan) yang menggabungkan nama-nama Allah tersebut?
PERINGATAN: Sila mohon hidayah Allah SWT untuk anda mengetahui lebih tepat.
This is for informational purposes only. AI responses may include mistakes.

1 comment:
salam,
khilaf,[neguai];
isu melayu;[ ];
manusia yang suka menipu diri sendiri itulah orangnya yang menyalah ertikan nama-nama allah;
diri dia sendiripun dia tipu,inikan pulok orang lain dan makhluk lain;[itu makhluk yang dia nampak];
urusan dan perkara yang tak nyata dan tak nampak oleh mata,tak dengar oleh telinga,tak teraa oleh hati,tak dibayangkan oleh akal;[lagi kuat tipunya oleh manusia macam tu];
mereka yan mengnyalahgunakan nama-nama allah tu tak mengaku yang diri mereka itu adalah manusia;
[sebab itu mereka berani menyalahgunakannya];
mereka beranggapan yang mereka hanyalah satu bentuk benda bernyawa yang hanya hidup diatas mukabumi sahaja,dan tidak ada kehidupan lain selepas mati diatas mukabumi;
dan nama-nama allah itu hanya satu batu loncatan kepada mereka untuk mendapatkan keegoan diri kepada kuasa.harta kekayaan dan darjat atas mukabumi sebelum mati;
mereka menilai dari pandangan mereka kepada kehidupan haiwan;[mereka menyelewengkan akal mereka sendiri];
nshaallah;
Post a Comment