KAEDAH KAJIAN DAN SANDARAN TERJEMAHAN AL-QURAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Setiap hasil pemikiran, pemerhatian, tinjauan, kajian, atau analisis tertakluk kepada kebenaran dan logik pada waktu ia dirangka, dan bukan pada garis waktu penerbitan. Kaedah dan skop yang digunakan adalah: PERTAMA Epistemologi Islam Bersepadu dengan aplikasikan pendekatan rekonstruktif (Tajdid) dan analisis sosio-historis (Kontekstual) secara dekonstruktif-evaluatif (Kritikal) serta tematik-konseptual (Analitikal) bagi membezakan ayat yang jelas(Muhkam) dan yang samar (Mutashabihah). KEDUA Sandaran utama terjemahan adalah : Terjemahan Pimpinan Ar Rahman JAKIM Malaysia. Terjemahan Indonesia dan Brunei juga diberi perhatian. Serta Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Abad ke-17): Karya Syeikh Abdurrauf al-Fansuri al-Singkili dari Aceh yang disunting (tashih) olah Syeikh Ahmad al-Fatani tahun 1884M dan dicetak di Istanbul, Turki. KETIGA. Menjaga hukum syarak yang terikat dengan Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Sunnah Rasulullah dan sahabat yang empat. Kami usahakan tadabbur untuk gali dimensi pemikiran falsafah ilmu dan mukjizat intelektual Al-Quran. KEEMPAT. Kaedah Mantuq (makna tersurat) dan Mafhum al-Mukhalafah (makna sebalik) digunakan dengan terikat kepada pematuhan syarat minimum serta maksimum. Had ini bagi mengawal proses ijtihad supaya tidak tersasar, tidak terlebih, dan tidak tersalah faham maksud sebenar firman Allah dan sabda Rasulullah.

20220810

Pendekatan 55: Memelihara puteri iblis

 Tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seorang yang tidak ikhlas. 

Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Tumpahkan semua hasrat keinginanmu itu kepada usaha untuk diterimanya amal perbuatanmu, sebab tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang diterima oleh Allah : 


Firman Allah : 

Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa (ikhlas baginya, dan tepat menurut ajarannya). 


Abdullah bin Mas’ud ra. berkata : Dua rakaat yang dilakukan oleh orang alim yang mengerti dan ikhlas (tidak rakus kepada dunia), lebih baik dari ibadat orang-orang ahli ibadat sepanjang masa. 


Abu Sulaiman Addarany bertanya kepada Ma’ruf Al-Karkhi : Mengapakah orang-orang itu kuat taat sampai sedemikian rupa banyaknya? Jawabnya : Karena mereka telah membersihkan hati 

mereka daripada cinta kepada dunia, andaikata masih ada sedikit cinta dunia, tidak akan diterima dari mereka amal perbuatan itu*. 


Seorang shalih mengeluh kepada Abu Abdilah Alqurasyi; bahawa dia telah berbuat berbagai amal kebaikan, tetapi belum dapat merasakan kelezatan amal kebaikan itu dalam hatinya. Jawab Abu Abdullah Alqurasyi : Karena engkau masih memelihara puteri iblis yaitu kesenangan 

dunia, dan lazimnya ayah itu selalu berziarah kepada puterinya.

20220803

Pendekatan 54: Persahabatan itu pengaruh mempengaruhi dan percaya mempercayai.

Kemungkinan engkau berbuat kekeliruan (dosa), maka ditampakkan kepadamu sebagai kebaikan, oleh karena persahabatanmu kepada orang yang jauh lebih rendah akhlak (Iman) daripadamu. 

Bersahabat dengan yang lebih rendah budi, iman itu, sangat bahaya, sebab persahabatan itu pengaruh mempengaruhi, percaya mempercayai, sehingga dengan demikian sukar sekali untuk dapat melihat atau mengoreksi kesalahan sahabat yang kita sayangi, bahkan kesetiaan sahabat akan membela kita dalam kesalahan dan dosa kekeliruan itu, yang dengan itu kami pasti akan binasa karenanya. 


Sedang seorang tidak dapat mengoreksi diri sendiri, kecuali dengan kacamata orang lain, tetapi jika justru kacamata orang lain itu pula mengelabui kita, maka bahayalah yang pasti menimpa pada kita.

20220727

Pendekatan 53: Jangan berkawan dengan tiga macam manusia.

 53) Jangan berkawankan seorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah, amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah kata-katanya. 

Dalam hadits : 

Seorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, karena itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman). 


Sufyan Astsaury berkata : Siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka, maka binasa seperti mereka pula. 


Sahi bin Abdullah berkata : Berhati-hatilah (jangan) berkawan dengan tiga macam manusia : 

1. Pejabat pemerintah yang kejam. 

2. Ahli quraa’ yang bermuka-muka. 

3. Orang tasawuf yang bodoh tentang hakikat tasawuf. 


Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Sejahat-jahat teman yang memaksa engkau 

bermuka-muka dan memaksa engkau minta maaf atau selalu mencari alasan.

20220720

SEMANGAT ADA TETAPI KOSONG

SEMANGAT ADA TETAPI KOSONG

Oleh Anonymous.



Makanya; Mat Kilau,

kalau dibinkan kepada;[Tok Gajah/]...

salah le; 

sebab dia bukannya anak Tok Gajah

[jadi fitnah le namanya].

kalu jadi menantu,

atau cucu menantu,

boleh le pakai juga,

susur keturunannya.


makanya; siapa nama ayah Mat Kilau???.

[siapa dapat jawab dengan lengkap, 

termasuk sejarah kaitan keturunannya,

kami bentangkan jawapannya yang sebenar.

kalau separuh betul,

rahsia tetap rahsia].


Muhammad bin Tok Latif 

( Sultan Abdul Jalil)


salah.[maaf].


jawapan kena le lengkap;

[termasuk le sejarah dan 

hurainannya;

bukti hujahnya].


siapa nama ayah dan 

datuk kepada 

Tok Bahaman???


siapa boleh jawab;

kami bentangkan jawapannya 

yang lengkap. 

syarat sama macam syarat kepada 

persoalan Mat Kilau.


ada seorang sahabat menjawab 

kepada wakil kami; 

takde cerita asal usul mat kilau 

dan keturunannya 

pada buku ni;

tak dapat jawab teka teki ni;

[warisan kepahlawanan mat kilau 

dan kitab amalannya oleh 

Talib Samad [penulis buku ini].


dimana dan macammana ni.

[semangat ada,tapi kosong].


Tok Gajah itu susur kepada 

Tok Sharom/Tengku Ali;

Tengku Ali/Tok Sharom 

tu susur ke sape; 

ada betul jawapannya; 

kami bentangkan berita sebenar;

[syarat serupa macam syarat pada 

Mat Kilau dan Tok Bahaman].

20220228

Pendekatan 52: Antara syurga dan sembahyang dua rakaat.

Semasa di syurga kita tunaikan hak kita, tapi semasa sembahyang kita tunaikan hak Allah.

HIJRAH KERANA APA?

Maka siapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan Rasulullah (karena menurut perintah Allah dan Rasulullah), maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah.

Dan siapa yang hijrah karena kekayaan dunia yang akan di dapat, atau kerana perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya. Perhatikan persoalan ini jika engkau mempunyai kecerdasan faham. 

Hijrah yang tidak niat ikhlas kepada Allah akan terhenti pada tujuan yang sangat rendah dan tidak berarti, dan tidak akan mencapai keridhaan Allah.

ANTARA SYURGA DAN SOLAT 

Jika Allah menawarkan kepadamu akan diberi kekayaan dari Arsy sampai ke bumi, maka yakinlah, Bukan itu tetapi hanya Engkau ya Allah tujuanku. 

Andaikan aku disuruh pilih antara masuk syurga Jannatul-Firdaus dengan sembahyang dua rakaat, pilihlah sembahyang dua rakaat. Sebab di dalam syurga kita dalam hak kita tetapi dalam sembahyang kita dalam hak Allah.

NIKMAT ALLAH YANG MANAKAH YANG KITA DUSTAKAN?

Berhati-hatilah dari ujian Allah, meskipun dalam perintah : Kuluu wasyarabuu (makan dan minumlah). Sebab dalam pemberian nikmat itu ada ujian untuk diketahui, siapakah yang silau dan lupa kepadaNya setelah menerima nikmat, dan siapa yang tetap padaNya sebelum dan sesudah menerima nikmat. 

Adakah sembahyang dan puasa karena sesuatu yang diharapkan, setelah tercapai hajatnya maka tidak perlu sembahyang dan tidak perlu puasa?

20220221

Pendekatan 51: Berpindah dari satu alam ke alam yang lain.

Berputar alamnya berbeza dengan keledai yang berputar mengelilingi penggilingan.


Berangkat dari alam asal langsung menuju pencipta alam. 


Berjalan menuju ke tempat akhir tujuan tetapi sampai ke tempat permulaan berjalan.


Berpindah dari alam syirik yang terang ke alam syirik yang samar. 


Berjaya amalkan kebaikan tetapi dinodai oleh riya’, sum’ah yang mengharap pujian orang. 


Berjaya bersihkan diri dari semua noda tetapi dinodai oleh keinginkan kepada kedudukan atau kekayaan atau kekeramatan.


Mencapai tujuan ikhlas yang bererti bersih dari segala tujuan selain hanya kepada Allah.


Semua nikmat kesenangan adalah dari kurnia Allah SWT kepadamu. Manakah yang lebih besar nilainya? (a) Pemberian yang diterima. (b) Yang memberi pemberian.


Sesungguhnya kepada Tuhanmu itulah puncak segala tujuan. 


Siapa yang telah mendapatkan Allah, berarti telah mencapai segala sesuatu dalam urusan dunia serta urusan akhirat.

20211122

Pendekatan 50: jangan tukarkan yang baik dengan yang buruk

Jangan melarikan diri 

dari panggilan Allah

untuk berbuat ibadat

semata-mata karena ingin 

memuaskan hawa nafsu syahwatnya.



Maka itulah tanda buta mata hatinya, 

sebab ia telah 

mengutamakan bayangan daripada hakikat, 

mengutamakan yang sementara 

mengutamakan yang tidak kekal abadi

mengutamakan yang rusak 

mengutamakan yang tidak kekal untuk selamanya. 

20211115

Pendekatan 49: tidak mampu bersangka baik.

 Jika kita tidak bersangka baik

(husnudh-dhan)

terhadap Allah ta’ala 

karena sifat-sifat Allah 

yang baik itu,

maka,

sangkalah baik 

kepada Allah 

karena kurnia 

pemberianNya kepada kita.



20211108

Pendekatan 48: menyingkir bencana

Siapa yang tidak dapat


menyingkir bencana

yang menimpa dirinya sendiri, 

maka bagaimanakah akan 

dapat menyingkirkan 

bencana dari lainnya. 

20211101

Pendekatan 47: Jangan terlanggar dan jangan terlampau

Jangan langgar

Jangan lampau

niat tujuanmu

niat harapanmu


Maka Allah yang maha pemurah 

tidak dapat dituntut melalui

suatu harapan 

suatu angan-angan.