INFO YANG DITERBITKAN MUNGKIN SEADANYA PADA TARIKH DITULIS. TARIKH DITULIS TIDAK SAMA DENGAN TARIKH DITERBITKAN. PERTAMBAHAN ATAU PERUBAHAN TERHADAP INFO TERSEBUT DITULIS DAN DITERBITKAN PADA TARIKH-TARIKH YANG SETERUSNYA. Contoh: 'ORANGNYA' DITERBITKAN DAHULU TETAPI 'CERITANYA' DITERBITKAN KEMUDIAN. SILA BANTU MEMBANTU SESAMA SENDIRI dalam MENCARI keturunan, keilmuan dan ketuhanan.
SIAP 3/26/15 rUKUN iSLAM (Kulit)
SAMBUNG 3/26/15 tUJUH cONTOH fITNAH
[Belajar Al Quran]

20150817

Pertandingan Memancing Pantai Pelindung, Kuantan, Pahang. (1)

Tarikh: 16hb Ogos 2015
Tempat: Pantai Pelindung, Kuantan, Pahang.

 1. Bottom Fishing (Mancing Dasaran) Mancing dasaran adalah teknik mancing paling umum dan paling popular di kalangan pemancing. Teknik mancing ini sangat sederhana, buat rangkaian dasar, pasang umpan, lalu cemplungkan dan tunggu sampai ada sambaran/strike.
 2. Fly Lining (Ngoncer) Mancing dengan menggunakan ikan hidup atau live bait sebagai umpan. Teknik ini bisa menggunakan pemberat dan disebut ngoncer dasar atau tidak menggunakan pemberat. Rigging ngoncer yaitu kenur utama dipasang swifel, kemudian disambung neckline sekitar 10 cm lalu mata kail diikat neckline. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti selar, tembang, kembung,dan lainnya, bahkan baby barracuda (alu-alu) bisa digunakan.
 3. Negek - Target utama negek adalah ikan baronang (rabbit fish). Cara mancing ini sering juga disebut ngegarong karena menggunakan sejenis mata kail yang bermata 6 dan berbentuk seperti matahari yang disebut garong. Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang di garong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, perut, buntut dan sebagainya.
 Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut, nasi dan umpan sesuai makanan habitat baronang di daerah tersebut. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit pas diatas garong.
a. Teknik Negek - Normal atau cara seperti mancing biasa. Ngoyor, sebagian badan masuk kedalam air.
b. Rigging Tackle and Bait - Rigging Negek adalah : Line – Pelampung – Stoper – Double Line – Garong
 4. Trolling - Teknik ini dipakai pada saat kapal jalan dengan kecepatan 5-7 knot dan menggunakan umpan buatan yang disebut rapala. Rapala digunakan untuk memancing ikan seperti tenggiri dan wahoo. Jenis umpan palsu lain yang sering digunakan yaitu konehead yang berbentuk serti cumi tapi berwarna menyolok.
 5. Casting - Teknik ini adalah mancing dengan melemparkan umpan tiruan atau lure ke titik dimana kita berada. Lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (20-30 meter) dan dilanjutkan dengan menggulung senar secara perlahan, sambil membuat irama tarikan agar umpan terlihat berenang, goyang kiri kanan dan lain-lainnya, dan karena gerakan lure yang berirama tersebut akan menarik perhatian ikan sasaran untuk menyambarnya.
 Secara umum casting terbagi menjadi 3 jenis antara lain :
a. Teknik Casting poping hampir sama dengan teknik casting yaitu melemparkan umpan tiruan dalam hal ini umpan tiruan disebut popper ke spot yang dijadikan target kemudian dilanjutkan dengan menggulung ril dengan irama. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami, sehingga ikan sasaran mau menyambarnya.
 b. Teknik Casting Surf Fishing - Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 5 meter. Joran surf fishing seperti joran spinning hanya jauh lebih panjang dari joran normal, ril yang dipakai biasanya ril spinning spool 4000 keatas.
c. Teknik Rock Fishing - Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik surf fishing dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam.
 6. Jigging - Teknik mancing dengan menggunakan umpan tiruan atau jig, dicemplungkan dan dibiarkan meluncur ke dasar laut secepat mungkin dan disebut vertical jigging atau melempar (casting) jig sejauh-jauhnya lalu dimainkan sebelum jig mencapai dasar dan disebut horizontal jigging, kemudian segara menggulung ril dengan cepat sambil sesekali disentak-sentak dengan irama tertentu.
Secara teori pemancingan di laut dapat dilakukan dalam setiap waktu, mengingat kegiatan memancing dapat dilakukan kepada berbagai jenis ikan secara acak. Kita tentu tahu bahwa ikan di laut memiliki kebiasaan makan yang berlainan, ada yang mencari makan di siang hari dan ada pula yang memiliki kebiasaan makan di malam hari. Sehingga tentu saja pencarian ikan dengan cara memancing sebenarnya dapat dilakukan kapan saja baik siang maupun malam.
 Pengaruh memancing siang hari adalah cahaya matahari yang menyebabkan suhu air meningkat. Umumnya jika air semakin panas, ikan akan turun dan berada di tengah perairan dan bahkan berada di dasar perairan serta di sela – sela karang yang dijadikan perlindungan bagi ikan tersebut. Semakin terang matahari menyinari dan semakin tinggi suhu maka ikan mencari perlindungan di dalam air. Namun jika udara terlalu dingin, ikan juga menjadi malas makan. Suhu sedang antara 25 – 35 derajat celsius merupakan suhu terbaik bagi pemancingan.
Ikan biasanya ada rasa lapar waktu pagi, ketika ikan bangun dari tidurnya dan sangat aktif – aktifnya mencari makan. Ikan akan menjadi agresif terhadap umpan ikan. Para pemancing yang memancing di laut biasanya menggunakan saat ini sebagai saat yang tepat untuk memancing karena biasanya ikan yang lapar akan memakan umpan kita dengan lebih cepat, dan jika beruntung anda bisa mendapatkan ikan sampai siang harinya terutama jika cuaca cerah.

Rujukan:
1. kabarmancing.com
2.lima-efive5.blogspot.com

No comments: